Bentrokan Muslim-Buddha, Sri Lanka Pastikan Status Genting

Bentrokan Muslim-Buddha, Sri Lanka Pastikan Status Genting

Sri Lanka mengatakan status genting sepanjang 10 hari sesudah benturan di antara umat sebagian besar Buddha Sinhala serta minoritas Muslim pecah di pusat distrik Kandy. Jubir pemerintah Sri Lanka, Dayasiri Jayasekara, menjelaskan status genting diputuskan untuk mengatur kondisi serta kekerasan komunal yang mulai meluas. “Dalam rapat spesial kabinet sudah ditetapkan untuk mengumumkan status genting sepanjang 10 hari untuk menahan penebaran kekerasan komunal ke daerah yang lain,” kata Jayasekara pada Reuters.

Benturan komunal pecah sesudah sekumpulan masyarakat Buddha diadukan membakar toko kelontong punya seseorang masyarakat Muslim di daerah itu. Kemelut di antara warga Buddha serta Muslim terus bertambah di negara Asia Selatan itu dalam beberapa waktu paling akhir. Umat Buddha garis keras menuding Muslim disana memaksakan beberapa orang memeluk agama Islam atau mengakibatkan kerusakan situs arkeologi Buddha.

Semenjak kritis kemanusiaan di Myanmar lebih buruk Agustus 2017 lalu, banyak umat Buddha Sri Lanka protes kehadiran pengungsi Muslim Rohingya di negaranya. Tidak hanya memutuskan status genting, Jayasekara memperjelas jika pemerintah akan tindak tegas semua pihak yang coba memperkeruh kondisi, khususnya lewat sosial media. Hal tersebut dikatakan selesai beberapa faksi diadukan coba menghasut masyarakat untuk menyebabkan kekacauan lewat Facebook.

Baca juga : PB Djarum Hentikan Audisi Bulu tangkis, Ini Kata KPAI

“Rapat genting putuskan jika pemerintah akan ambil aksi tegas pada beberapa orang yang menyebabkan kekerasan lewat sosial media seperti Facebook,” tutur Jayasekara seperti diambil Reuters. Ia menjelaskan pemerintah sudah kirim personil militer serta pasukan spesial ke pusat benturan di Kandy. Aparat ditempat diadukan menetapkan jam malam di untuk menghadapi benturan kembali berlangsung. Keonaran serta pembakaran toko di distrik Kandy berawal pada Minggu (10/09), sesudah seseorang sopir truk, yang disebut umat Buddha Sinhala, wafat beberapa waktu selesai berkelahi dengan empat masyarakat Muslim disana.

Benturan pecah pada Senin (5/3), tidak lama sesudah pemakaman sang sopir usai. Polisi menyebutkan sekumpulan umat Buddha menyerang megabola99 serta membakar beberapa toko punya umat Muslim di distrik itu. Jenazah seseorang masyarakat diketemukan dalam satu diantara toko yang terbakar itu. Umat Muslim cuma berpopulasi seputar 9 % dari keseluruhan 21 juta masyarakat Sri Lanka. Sesaat jumlahnya umat Buddha disana sampai 70 % serta 13 % yang lain adalah umat Hindu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *