Memberitahu Operator Pluit Waduk Pertanyaan Jokowi Ketika Mendadak Datang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini melakukan kunjungan kejutan ke Pluit waduk dan berbicara dengan para pejabat di sana. Apa yang mereka bicarakan? Pluit Reservoir Pompa Operator Heng Kurniawan mengaku terkejut dengan kedatangan orang nomor 1 RI ke Pluit Reservoir Pump House. Heng, yang berada di tempat kejadian segera menyapa dan menemani Jokowi melihat kondisi pompa di sana.

“Jadi kami memiliki aktivitas di pagi hari seperti biasa. Saya dengan teman-teman tim kita membersihkan apa yang kotor, kita memeriksa setiap hari pompa untuk operasi bila diperlukan. Jadi ketika kita sedang melakukan tes hari karena tiba-tiba kami melihat pak Jokowi datang , “kata Heng Kurniawan di Pluit Reservoir Pump House, Jalan Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (2020/03/01). Menurut Heng, Jokowi tiba di rumah pompa sekitar pukul 08.00 WIB dengan pengawalan yang tidak terlalu mencolok, yang disertai dengan 8 Paspampres. Heng mengatakan, Jokowi masuk rumah pompa dengan berjalan kaki dari gerbang pintu depan.

“Lalu aku melihat dari depan jalan ya nya. Pertama, ajudan yang pertama datang, pembantu protokolkan, tidak lama pak Jokowi belakangnya jalan. Saya tidak melihat mobil yang diparkir di mana hanya saya melihat pak Jokowi adalah jalan masa depan,” katanya. Heng mengatakan, setelah tiba di rumah pompa, Jokowi langsung menuju ke timur pompa waduk Pluit. Dia mengatakan bahwa Jokowi ditanya apakah pompa ada atau tidak.

Baca juga : Begini Cara Membuka Lorong Waktu Lewat Google Maps

“Setelah paket Jokowi datang, melihat saya, Pak Jokowi diminta tuh dampingi untuk memompa timur. Karena pompa timur di berisik, posisi pompa di semua tiga unit, berisik. Setelah dia melihat, dia bertanya, ‘pompa ini api? ” flash semua pack ” baik’, keluar, “kata Heng. Di Pluit Reservoir Pompa rumah ada tiga bagian dari pompa-timur, tengah dan barat tersebut. Setelah melihat pompa timur, Heng mengatakan Jokowi kemudian beralih memeriksa kondisi pompa tengah.

Jokowi kemudian, kata Heng, memiliki menyakan kenapa dari empat pompa di tengah pompa, dua pompa tidak diaktifkan. Heng juga mengklaim untuk menjelaskan alasan hal tersebut kepada Jokowi. “Setelah keluar, untuk memompa tengah. Pompa pusat juga pak meminta Jokowi, ‘Pompa api ndak?’, ‘Api pack’, ‘Berapa banyak?’, ‘Di tengah ada empat api ada 2’, ‘oh begitu , berarti 2 tidak nyala? ” kita menghidupkan pompa yang standar operasional yang sesuai, disesuaikan dengan tingkat air dari waduk. Jika kita menghidupkan dominoqq pompa iti dengan debit air risiko yang lebih rendah dari yang fatal, “kata Heng menunjuk percakapan dengan Jokowi.

Selain bertanya tentang reservoir pompa, kata dia Jokowi juga menanyakan tentang kondisi permukaan air waduk. Heng menjelaskan ke Jokowi. “Ya dia selain menanyakan kondisi pompa, Pak Jokowi juga mempertanyakan kondisi reservoir air, tinggi telah bagaimana. Jadi kita katakan bahwa ketika datang itu Jokowi pak posisi kalau tidak salah dari air waduk minus 150,” katanya. Terkait dengan ini kondisi permukaan air, kata dia, sementara Jokowi datang, pompa sedang dalam proses standarisasi Pluit waduk permukaan air. Menurut Heng, itu akan mencoba untuk mencapai kondisi ketinggian air waduk aman.

“Standar operasional kami mempertahankan minus 190. Jadi masih proses air waduk pengurangan. Karena kemarin sudah tinggi yang tepat sehingga mulai surut. Kami tetap mompa, kita masih mengoperasikan pompa sampai ada pada tingkat yang aman,” kata Heng. Setelah memeriksa pusat pompa, Heng mengatakan Jokowi meninggalkan lokasi Pluit Reservoir Pump House. Menurut Heng, Jokowi terletak di rumah pompa sekitar 10 sampai 30 menit. “Selesai. Langsung mobil Bapak Presiden datang. Off Lurus,” katanya.